Abu Lahab

ABU LAHAB artinya bapak nyala api, adalah julukan yang diberikan kepada Abdul ‘Uzza bin Abdul Muthalib, paman Nabi Suci. Ia disebut demikian karena air mukanya kemerah-merahan, atau karena ia bertabiat panas. Ia meninggal tujuh hari setelah ia mendengar berita tentang kekalahan kaum Quraisy di Badar pada tahun ke-2 H/624 M.

Abi Lahab untuk menamai surat Al Qur’an no. 111, yang artinya: “Dua tangan Abu Lahab akan binasa, dan ia (sendiri juga) akan binasa. Hartanya dan apa yang ia usahakan tak akan ada gunanya bagi dia. Ia akan terbakar dalam api yang menimbulkan nyala. Dan istrinya, pembawa fitnah, di lehernya adalah jerat dari tali yang dipintal”.

Surat ini mengandung profetik bahwa para musuh kebenaran Islam yang bertabiat panas, mereka hidup dengan perasaan dendam dan iri hati dan perlawanan mereka akan gagal total, bahkan berbalik membinasakan diri mereka sendiri. Pada zaman permulaan Islam diperagakan oleh Abdul-’Uzza dan kaumnya dan pada zaman akhir, yakni zaman kita sekarang ini diperagakan oleh bangsa-bangsa Barat. Hal ini akan sempurna jika telah tergenapi profetik tentang dipatahkannya salib oleh Masih mau’ud yang diikuti oleh “terbitnya matahari di barat”, yang kini fenomenanya telah nampak dengan jelas.

  1. Leave a comment

tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: