Kristianologi Qur’ani: Standing Point

“Wahai orang yang beriman, masuklah kamu sekalian ke dalam Islam secara kaffah.” (QS Al-Baqarah 2:208)

Kristianologi Qur’ani (Annashraniyyatul-Qur’aniyyah) adalah ilmu pengetahuan tentang kekristenan/Kristianitas menurut Al-Qur’an, atau Tafsir Tematik (Maudlu’i) ayat-ayat Al-Qur’an tentang Kristianitas. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan Kristianitas. Jadi Kristianologi Qur’ani merupakan suatu upaya menjadikan Islam sebagai way of life secara kaffah dalam disiplin ilmu.

Kristianologi Qur’ani tak termasuk dalam Perbandingan Agama (Comparative Religion) atau Ilmu Agama (Science of Religion) tetapi termasuk dalam Tafsir Al-Qur’an, yakni Tafsir Maudlu’i.

Perbandingan Agama dan Ilmu Agama tak berhak mengoreksi atau menilai suatu agama, misalnya agama Kristen, tetapi sebaliknya Kristianologi Qur’ani dapat mengoreksi dan menilai agama Kristen, sebab Al-Qur’an mempunyai hubungan erat dengan kitab-kitab suci sebelumnya. Antar kitab suci terdapat mata rantai yang sifatnya progresif, semakin mutakhir dan semakin sempurna. Yang diwahyukan belakangan menyempurnakan yang sebelumnya.

Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir, maka fungsi Al-Qur’an terhadap kitab-kitab terdahulu, misalnya terhadap kitab suci agama Kristen adalah:

  1. Sebagai Al-Mushaddiq (QS 2:41), yang membenarkan yakni yang menyungguhkan kebenaran ajaran kitab-kitab suci terdahulu, atau membenarkan dalam arti meluruskan ajaran dari kitab-kitab terdahulu yang menyimpang dari kebenaran. Mushaddiq dapat pula berarti menggenapi (nubuat/ramalan) atau menyempurnakan (syariat) kitab-kitab suci terdahulu.
  2. Sebagai Al-Muhaimin (QS 5:48), yang menjaga kebenaran ajaran para Nabi yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu yang ada sampai sekarang ini.
  3. Sebagai Al-Furqan (QS 3:4) atau Pembeda, yakni yang membedakan antara kebenaran dan kepalsuan dalam kitab-kitab suci terdahulu.
  4. Sebagai Al-Mubayyin (QS 16:64), yang menjelaskan ajaran kitab-kitab suci terdahulu yang masih samar-samar karena dinyatakan dalam ayat Mutasyabihat atau metaforis.
  5. Sebagai Al-Mufashshil (QS 10:37), artinya menjelaskan secara rinci dalam banyak hal yang diajarkan oleh para Nabi terdahulu.

Sebagai Tafsir Tematik, Kristianologi Qur’ani mempunyai tujuan yang selaras dengan tujuan Al-Qur’an diwahyukan. Jika dirinci ialah:

  1. Untuk memperkuat iman, yakni Iman kepada Allah, para Malaikat, Kitab-kitab Suci, para Utusan Allah, dan Hari Kiamat.
  2. Untuk memperdalam dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan agama Islam, khususnya hubu-ngan antar agama Islam dan Kristen.
  3. Untuk mengantisipasi pemurtadan (aportasi) umat Islam (QS 2:217).
  4. Untuk mengantisipasi bahaya Kristenisasi umat Islam (QS 2:120).
  5. Untuk membebaskan diri dari Israeliyat-Nashraniyat yang menyesatkan umat Islam.
  6. Untuk memantapkan toleransi antar umat beragama, khususnya umat Islam dengan Kristen, dari toleransi pasif menjadi toleransi aktif (QS 109:1-6).
  7. Untuk mengubah SARA sebagai racun berbahaya kerukunan antar umat beragama menjadi obat mujarab kerukunan umat beragama.
  8. Untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal, Yakjuj dan Makjuj yang merajalela pada zaman akhir.
  9. Sebagai bekal dakwah, khususnya dakwah terhadap Ahli Kitab dengan metode Mujadalah yang sebaik-baiknya (QS 16:25; 29:46).
  10. Sebagai senjata pamungkas jihad kabir Ghazwul-fikri yang dilancarkan oleh para orientalis dan missionaris.[]

 

  1. Leave a comment

tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: