BENARKAH HAZRAT GHULAM AHMAD IMAM HAHDI?

”Dia ialah Yang mengutus Utusan-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar Ia memenangkan itu atas semua agama, ……..(Q.S. 9:33; 48:28; 61:9)

Pro kontra dakwah H.M. Ghulam Ahmad?

Nabi Suci Muhammad saw. menyatakan, bahwa ”la mahdiyya illa ’isabnu Maryam (tak ada Mahdi kecuali Isa ibnu Maryam) ”(H.r. Ibnu Majah). Ini berarti Mahdi dan Masih yang dijanjikan adalah satu tokoh, satu pribadi, tetapi memiliki dua sifat atau lebih, misalnya sifat Isa bin Maryam dan lainnya, seperti  Nabi Suci Muhammad saw. Banyak tokoh yang disebut Mahdi dan/ atau mendakwakan diri sebagai Mahdi, akan tetapi hanya seorang saja yang dinubuatkan dalam Qur’an Suci dan Hadits Nabi, bahkan dinubuatkan pula oleh Kitab-kitab Suci terdahulu sejak adam (2:38) dan nubuat tersebut tetap hidup sejak zaman purba sampai sekarang akhir zaman ini.

Siapakah dia? Sudah datangkah dia? Dalam sejarah Isalm tercatat, bahwa  pada awal (abad ke-14 Hijriah seorang putera Persia mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi yang dijanjikana itu, yakni Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Al – Qadiyani (1250 – 1324H/ 1835 -1908H). Dakwa beliau diumumkan pada tahun 1891. Sikap umat Islam sesuai dengan hukum alam, pro dan kontra. Yang pro semula sedikit, lama kelamaan  semakin banyak dan perjuangannya semakin sukses. Sedang  yang kontra semula  banyak  orang, lama kelamaan semakin berkurang dan penentangnya terus melemah, akhirnya punah.

Mengapa demikian? Karena kodrat manusia itu baik. Dalam  dirinya dikaruniai setitik persamaan sifat yang menyerupai sifat-sifat Allah. ”Fitrah Allah yang manusia diciptakan atas itu” (30:30). Ayat ini sebagai penjelasan ayat Taurat ”manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah” (Kej. 1:26). Oleh karena itu semua umat manusia di muka bumi ini sejatinya – tanpa kecuali – berTuhan (7:72) dan berusaha keras untuk mencari Tuhan (84:6). Untuk mencapai tujuan hidup sejati itu diperlukan seorang penuntun (Imam) yang mendapat petunjuk Ilahi (Mahdi). Tanpa petunjuk beliau ”Islam tinggal namanya dan Qur’an Suci tinggal tulisannya”, tanpa ruh, kisah-kisanya hanyalah dongeng dan ibadah yang  dianjurkan  hanyalah ritual kosong belaka, demikian pula mu’amalatnya penuh kebohongan dan jihadnya yang  kecil  dibesarkan, sedang yang besar dilupakan.

 

Tanda-tanda kedatangannya

Kedatangan Imam Mahdi itu seperti terbitnya matahari  yang menerangi dunia. Maksudnya, kedatangan beliau disertai dengan tanda-tanda, sebagaimana diterangkan dalam kitab-kitab  suci, hadits nabi, ilham dan kasyaf orang-orang suci dari zaman ke zaman.

Tanda-tanda kedatangan beliau menurut Quran Suci, a.l. (1) merajalelanya Yakjuj dan Makjuj (18:93-10; 21:95;96); (2) ditinggalkannya onta sebagai alat transportasi (8:14); (3) dikumpulkannya binatang-binatang dan dipersatukannya bangsa-bangsa (81:5-7); (4) disebarluaskannya buku-buku dan maju pesatnya  ilmu pengetahuan  dan teknologi  (81:10-14); (5) keluarnya biantang dari bumi (27:82); (6) kemunduran  dunia Islam (32:5); (7) ditinggalkannya Quran Suci (25:30); (8) kejayaan  umat Kristen (5:114-115); (9) kesetaraan jender (81:8-9), (10) kejayaan agama Kristen (19:90-93) dan (11) hati manusia menjadi keras (57:16).

Sedang tanda-tanda kedatangan beliau menurut Sabda Nabi Suci a.l. (1) merajalelanya Dajjal, (2) Keluarnya dabbah, (3) keluarnya Yakjuj dan Makjuj, (4) waktu terasa semakin singkat, (5) jarak semakin pendek, (6) Quran suci tinggal namanya, (7) Islam tinggal namanya, (8) banyak ulama penyebar fitnah, (9) komersialisasi masjid, (10) terpecah belahnya umat Islam menjadi 73 golongan, (11) umat Islam ikuti jejak dan langkah kaum Yahudi dan Kristen, (12) dekadensi moral memuncak, (13) kecurangan dalam mu’amalah menjadi kebiasaan, (14) para ulama menjadi sumber fitnah, dan (15) berbagai bencana alam dahsyat terjadi dimana-mana.

Para wali dan orang-orang suci dari zaman ke zaman  banyak yang mendapat ilham, impian dan kasyaf (visiun) tentang kedatangannya, diantara mereka adalah: (1) Wali ni’matullah dari Delhi menerima  kasyaf tentang waktu kedatangannya, namanya, gelarnya dan tugas-tugasnya; (2) Syah Waliyullah Dahlewi menunjukkan  tahun kehadirannya; (3) (Khawaja Hasan Nizami menulis tentang tahun  kehadirannya; (4) Hafizh Barkhurdar menulis kedatangan dan tugasnya, dan (5) Nawab Shiddiq Hasan Khan tentang gelar Masih dan Mahdi sebagai Mujaddid abad ke 14H.

 

Tanda-tanda alam dan zaman

Tanda kedatangan Imam Mahdi menurut Quran Suci dan Hadits Nabi tersebut oleh umat Islam pada umumnya dipahami secara harfiah seperti halnya memahami ayat mukhamat, padahal bersifat kalam ibarat atau majasi, karena suatu nubuat  atau ramalan yang mengandung banyak rahasia yang  hanya bisa diketahui secara pasti setelah  tergenapi. Akibatnya mereka mengingkari kenyataan, dan tanda-tanda itu menjadi dongeng-dongeng keagamaan yang serba khayali. Inilah yang menjadi sebab mereka menolak dakwa H.M. Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi. Mereka dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok, yaitu : Pertama, sampai sekarang  masih tetap mengharapkan kedatangan Imam Mahdi, seperti  halnya kaum Yahudi mengharapkan Mesias dan kaum Kristen mengharapkan Kristus II, suatu harapan  yang tak terpenuhi sampai hari Kiamat, karena harapan itu didasarkan atas kesalahan dalam menafsirkan nubuat atau ramalan. Kedua,  tak perlu mengharapkan  kedatangannya, karena Hadits –hadits Imam Mahdi mereka anggap dha’if dan hadits tentang nuzul Isa ibnu  Maryam mereka anggap tidak mutawatir ”maka belum cukup kuat untuk jadi pegangan masalah keimanan. Boleh  percaya atau tidak percaya (seperti kelompok pertama, pen). Kalau percaya  tak  menambah keimanan, tidak percaya pun tak mengurangi tingkat keimanan. (Kapita Selekta Pengetahuan Agama Islam, Departemen Agama Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 2001; hlm. 39 -40).

Termasuk Hadits yang mereka  tolak adalah sabda Nabi Suci yang kebenarannya disaksikan oleh alam dan zaman, yakni terjadinya gerakan bulan pada permulaan Ramadan  dan gerhana matahari pada pertengahan bulan itu,  yang diriwayatkan  oleh Imam Daru Quthni, yang selengkapnya sbb: ”Sesungguhnya Mahdi kita mempunyai dua tanda yang belum pernah terjadi semenjak diciptakan Allah  langit dan bumi, yaitu terjadinya gerhana bulan pada malam permulaan bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada pertengahan bulan itu.” (Daru Qutni, hlm. 188).

Selama dua ratus tahun antara tahun 1800 sampai tahun 2000 Masehi; tercatat 17 kali gerhana bulan dan matahari dalam bulan Ramadan, yaitu tahun : 1807, 1808, 1829, 1830, 1851, 1872, 1873, 1894, 1895, 1916, 1917, 1937, 1938, 1959, 1960, 1981, dan 1982 (lihat : The Review of Religions No. 61 June 1992).

Akan tetapi yang  peristiwanya terjadi seperti dinyatakan oleh Nabi Suci, yakni gerhana bulan (partial) pada awal bulan Ramadan, terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Ramadan, terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Ramadan 1311 bertepatan dengan tanggal 22 Maret 1894M. Dan gerhana matahari (total) pada pertengahan bulan itu, terjadi pada hari Jumat tanggal 28 Ramadan 1311 bertepatan dengan tanggal 6 April 1894 M. Gerhana  itu nampak jelas di daerah Punjab, India Utara, tepatnya melintasi Qadian (75o.25’E,31o 49’N. Ini berarti  alam dan zaman pun memberi kesaksian akan kebenaran dakwa H.M. Ghulam Ahmad, karena beliau dilahirkan di Qadian. Hal ini bukanlah suatu kebetulan tetapi sesuatu yang telah ditakdirkan Ilahi. Ayat kauniyah  ini selaras dengan ayat qauliyah – yang kedua-duanya  adalah ayat – ayat Allah – yang  termaktub dalam Quran Suci (75: 8-9) dan Hadits Nabi serta Kitab Suci terdahulu, misalnya Yesaya 13: 10; Yoel 2 – 1-2; Yoel 2: 10-11; 2 ; 30 -32, Matius 24: 29.

 

Petunjuk langsung

Kebenaran dakwa H.M. Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi selain sejalan dengan tanda-tanda kedatangannya menurut Quran Suci, Hadits Nabi, ilham dan kasyaf orang – orang suci sebenarnya dapat dimohon langsung ke hadirat Allah SWT. lewat shalat Istikharah.  H.M. Ghulam Ahmad telah menjelaskan dalam  bukunya Tuhfah Baghdad yang ditulis pada bulan Muharam  1311 sebagai jawaban  atas surat selebaran Sayid Abdurrazaq Al-Qadhi An-Naqshabandi Al-Baghdadi di Hederabad tertanggal 18 Zulhijjah 1310, cara memanjatkan doa sbb:

Pertama-tama yang perlu dikerjakan ialah membersihkan diri dari segala macam su’uzh-zhan (buruk sangka). Lalu berwudhu  terus shalat dua rakaat, disusul membaca shalawat dan istighfar. Kemudain berbaring miring, menghadap kiblat bermunajat kepada Tuhan dengan memanjatkan doa tentang H.M. Ghulam Ahmad dan ajaran-ajarannya. Do’anya, sbb:

“Wahai Allah Yang maha – mengetahui segala hakikat! Nyatakanlah tentang keadaan Ahmad  bin Ghulam  Murtadha di Qadian, apakah  dia orang yang  tertolak dihadapan – Mu atau terdekat. Wahai Allah! Sungguh Engkau  mengetahui apa yang dihati hambaMu tak bisa ditutup oleh sesuatu, sungguh Engkau  adalah saksi  yang paling baik. Wahai Tuhan kami! Berikanlah  kepada kami ilmu dari Engkau sendiri  yang dapat menarik  kami kepada kebenaran serta ilmu yang dapat  menarik  kami kepada kebenaran  serta ilmu yang dapat melindungi tapak kaki  kami  ke jalan  yang sesat. Jadikanlah kami termasuk golongan  orang yang menerima petunjuk. Kami sama sekali tak akan berlaku sesuka  kami,  mendahului kehendak-Mu atau menyelidiki rahasia-rahasia  hambaMu. Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa   kami dan pelanggaran-pelanggaran kami termasuk  orang-orang  yang memusuhi  kekasih-Mu atau mencintai orang-orang yang berbuat kerusakan. Amin, tsumma amin”.

Permohonan tersebut dikerjakan selama satu minggu, mulai dari hari Jumat sampai Jumat berikutnya. Shalat Istikharah dilakukan setelah Shalat Tahajjud.

Jalan pintas yang amat valid itu tak pernah dilakukan oleh mereka  yang menentang dakwa beliau sebagai Imam Mahdi. Semakin pesatnya Gerakan beliau di dunia  ini belum menyentuh hati mereka yang salah memahami tanda kedatangan Imam Mahdi dan tak pernah mohon petunjuk langsung itu. Ini berarti, para pengikut beliau masih harus berjuang lebih keras lagi  dalam menyebar-luaskan Islam ke seluruh dunia untuk menggapai janji Ilahi: ”Bagaikan benih yang mengeluarkan tunasnya, lalu menguatkan  itu, maka jadilah  itu kuat dan berdiri dengan teguh di atas batangnya, yang menyenangkan  bagi para petani, agar ia membuat marahnya kaum kafir karena  itu Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman  dan berbuat kebaikan diantara mereka pengampunan dan ganjaran yang besar(48:29) sebagaimana telah dilukiskan dalam Injil (Mat 13:1-23). Dengan demikian benarlah bahwa H.M. Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi  yang diutus mendamaikan umat manusia di dunia.[]

  1. #1 by Titus on 29/09/2011 - 1:21 pm

    Salaam salaam,

    Sy termasuk yang mempercayai MGA secara tidak sengaja, tidak nyari2 dalilnya, tiba2 buktinya muncul sendiri saya temukan di Quran:)

    Sekedar saran, sebaiknya fokus di dalil alquran saja, hadits agak sulit dipercaya. Quran saja sudah sangat jelas kok, jgn terpancing byk2an bukti/dalil. Beriman atau tidak bukan kewajiban manusia, itu hak Allah.

    Kewajiban kita cuma menyampaikan peringatan, namun hrs sgt berhati2 dengan hadits, bahkan yang dilabeli sahih sekalipun

  2. #2 by redaksistudiislam on 03/12/2011 - 11:52 pm

    dik diedit lagi tulisanng biar enak dibaca dan gak salah-salah, trims

  3. #4 by Wawin F on 17/02/2013 - 4:32 pm

    dajjal/anti christ/lucifer ruled all country trough banking system that all country used today , they used that moneytary banking system (dajjal/anti/lucifer christ get fund for free) to divide,funding war, slave,debt,stress for lack of money,opression,murder & counquer each individu in all country , God said that in Golden Age All Will Be Free No more price tag, No debt , to eat, to feed your kid , to travel,to work & to pray , all money system will be erased !!! , free energy will be produced & used world wide.

tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: