SYAHADAT ISA ALMASIH

Aku (Isa) tak berkata apa-apa kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu: “Mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu …” (Q.S. 5: 17)


Atas dasar ayat suci di atas teranglah bahwa Isa Almasih (Yesus Kristus) tak mengajarkan apa-apa kepada umat manusia selain mengajak me-reka supaya mengabdi kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana para nabi lainnya (Q.S. 21: 25). Kredo (Syahadat) monoteisme Yahudi setiap hari berulang-ulang menggema di kanisah mengambil rumusan dari Kitab Taurat yang ber-bahasa Ibrani sebagai berikut: “Yehwah Eloheinu Yehwah Ekhad!” artinya “Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa” (Ul 6: 4).

Yesus Kristus sebagai salah seorang nabi Israel juga mengucapkan kredo monoteis-tik Yahudi itu, karena beliau datang bukan untuk merombak hukum Taurat dan kitab para nabi, melainkan hendak meng-genapinya (Matius 5: 17-20, lihat Alquran 5: 44-47). Dari perjanjian baru dapat kita baca, bahwa beliau meneguhkan kredo monoteistik Yahudi itu dalam percakapannya dengan seorang ahli taurat (Markus 12: 29; jawah Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa”) dan menegas-kan hal itu menjadi inti seluruh ajaran Taurat dan kitab para nabi (Mat 22: 40). Sekedar contoh lihatlah Ul 4: 2, 35, 39; 2 Sam 7: 32; Yes 45: 5; Hosea 13: 4.

Alquran menjelaskan bahwa Allah Yang Maha Esa menurun-kan wahyunya kepada para nabi dalam bahasa kaum nabi yang bersangkutan (Q.S. 14: 4), misalkan Alquran diwahyukan kepada Nabi Suci Muhammad saw. (Q.S. 47: 2) dalam bahasa Arab (Q.S. 12: 2). Atas dasar ayat dan contoh ini dapat disimpulkan bahwa Injil di-wahyukan kepada Isa Almasih (Q.S. 5: 46) pasti dalam bahasa Ibrani atau Aram, karena bahasa itulah yang digunakan oleh Almasih dan kaumnya bani Israel. Demikian pula Allah mewahyukan Taurat kepada Musa (Q.S. 3: 3) juga pasti dalam bahasa Ibrani yang digunakan oleh Musa dan kaumnya. Dia Yang maha Esa menyatakan dirinya sebagai YHWH, yang dapat diucapkan Yahweh, Yehowah dsb.

Dari Monoteistik Yudaistik ke Monoteistik Paganistik

Seperti diterangkan oleh se-mentara pakar, karena hormat-nya kaum Israel pada nama mulia itu, pada masa belaka-ngan (± 400-50 SM) timbul larangan untuk menyebutnya. Kendati keempat huruf itu tetap tersurat dalam teks kitab suci. Sebagai gantinya ialah kata “Adonai” yang berarti tuan, majikan, pemilik seperti diguna-kan dalam Kej 19: 2, Sam 1: 15, Yes 6: 8-11. Tatkala kitab suci Ibrani diterjemahkan dalam bahasa Yunani yang disebut “Septuaginta” kata “Adonai” diterjemahkan menjadi “Kurios”.

Dalam Perjanjian Baru Yesus disebut Kurios. Pada waktu Yesus menyampaikan risalah-nya, Beliau Kurios dalam arti Tuan, Bapak, Tuhan atau Dewa, tergantung siapa yang meng-ucapkannya. Jika yang meng-ucapkan seorang yang beriman tentu mengucapkan Kurios dalam arti Tuan atau Bapak (Mat 8: 23-27), jika yang mengucapkan seorang kafir atau Paganis tentu kata Kurios berarti Tuhan atau Dewa (Mat 15: 21-28).

Arti paganis digunakan oleh mereka yang mendakwahkan diri sebagai orang kristen (Q.S. 5: 14, Kis 11: 25-26). Mereka muncul setelah lama Isa Al-masih meninggalkan Palestina atau wafat, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat: “Dan tatkala Allah Berfirman: “Wahai Isa Ibnu Maryam, apakah engkau berkata kepada mereka: ambillah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah? Dia men-jawab: “Mahasuci Engkau! Tak pantas bagiku mengatakan itu, Engkau pasti mengetahuinya. Engkau tahu apa yang ada dalam batinku, dan aku tak tahu apa yang ada dalam batin Dikau. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Tahu akan barang-barang gaib” (Q.S. 5: 116).

Ayat Suci Alquran menjelas-kan lebih lanjut: “Aku tak berkata apa-apa kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintah-kan kepadaku, yaitu: Mengabdi-lah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu; dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di tengah-tengah me-reka, tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Eng-kau adalah Yang Maha me-nyaksikan segala sesuatu” (Q.S. 5: 117).

Doktrin paganis ketuhanan Yesus itu dapat ditemui dalam Perjanjian Baru yang ditulis orang setelah tahun 50 Masehi, misalnya dalam: Kis 4: 33; Kis 9: 17; Rm 9: 5; 1 Kor 12: 3. Ungkapan Anak Allah yang telah umum dipakai oleh kaum Yahudi untuk menyebut orang-orang yang disayangi Allah, seperti: Adam (Luk 3: 38), Yakub (Kel 4: 22), Daud (Mzn 89:  ) Solomon (1 Taw 28: 6) dan juga Yesus Kristus sendiri (Yoh 10: 36) oleh umat Kristen yang khusus berkaitan dengan Yesus, dipahami secara hakiki atau paganis. Hal ini secara diametral bertentangan dengan Yesus Kristus sendiri yang telah menyebut orang baik-baik yang disayangi Allah sebagai “Anak-anak Allah” (Mat 5: 9), sedang orang jahat, beliau sebut sebagai “Anak Iblis” (Yoh 8: 44). Oleh karena itu beliau mengutuk mereka yang mem-pertuhankan diri beliau sebagai orang ang berbuat kejahatan (Mat 7: 21-23). Hal ini menurut beliau seperti nubuat Nabi Yesaya ialah menjunjung tinggi adat-istiadat hidup manusia (Mrk 7: 6-8). Dalam Alquran Allah menyatakan sebagai berikut: “Sungguh kafir mereka yang berkata: Allah, ialah Almasih ibnu Maryam. Dan Almasih berkata: Wahai para putera Israel, mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu. Sesungguhnya siapa saja yang menyekutukan Allah, Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempat tinggalnya ialah neraka. Dan bagi kaum lalim, mereka tak mempunyai penolong” (QS 5: 72).

Ayat suci tersebut memberi petunjuk kepada kita, bahwa:

  1. Sungguh kafir mereka, yakni umat Kristen, karena mempercayai Yesus dari Na-zaret ialah Allah yang dalam Perjanjian Lama menyatakan diri sebagai Yehuwah yang diagungkan oleh umat Yahudi.
  2. Isa almasih (Yesus Kristus) mengajarkan, bahwa Allah yang menyatakan diri-Nya kepada Musa sebagai Yahweh adalah Tuhannya yang harus disembah dan dipujanya.
  3. Mereka yang menyeku-tukan Allah, misalnya memper-tuhankan Yesus Kristus dan lainnya, maka Allah lah yang punya Surga dan mengharam-kan mereka masuk Surga dan menempatkan mereka dalam neraka.

Syahadat yang sempurna

Doktrin ketuhanan Yesus itulah yang menjadi perselisihan abadi sampai hari Kiamat dikalangan umat Kristen (Q.S. 5: 14), dan sumber kerusakan di muka bumi atau alam semesta, sehingga seakan langit akan runtuh, bumi membelah dan gunung-gunung hancur ber-keping (Q.S. 19: 89-93) dan siksaan dahsyat di akhirat (18: 2-5). Doktrin itu tak berasal dari Allah, tetapi dari mulut mereka sendiri yang meniru-niru ucapan kaum paganis sebelum mereka (Q.S. 9: 30). Dalam sejarah kekrsitenan dicatat, bahwa ka-um kafir atau paganis memang telah biasa mempertuhankan manusia, misalnya Paulus dan Barnabas didewakan di Listra (Kis 14: 11). Ajaran demikian dapat masuk dalam kitab suci dan nampak indah berkat reka-yasa setan (Q.S. 16: 63). Untuk menyelamatkan umat manusia dari genggaman setan, Allah menurunkan Alquran, sempur-nalah Agama Allah, Al-Islam (Q.S. 5: 3). Hal ini membuat orang-orang kafir berputus asa (Q.S. 5: 3). Demikian pula setan, karena tidak punya lagi kuasa terhadap mereka yang beriman.

“Sesungguhnya setan itu tiada mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman serta bertawakal kepada Tuhan-nya” (Q.S. 16: 99).

Tetapi bagi kaum kafir dan musyrik tetap menjadi kawan-nya. “Hanya kekuasaannya atas orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang memper-sekutukan Allah dengan dia” (Q.S. 16: 100).

Salah satu ciri kesempurna-an Islam ialah dirumuskannya kalimat Syahadat yang berbunyi: “Asyhadu allâ ilâha illallâh, waasyhadu anna muhammadar-rasûlullâh” yang artinya: “Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah” (Muslim). Kalimat syahadat yang sempurna ini terdiri dari dua bagian, yaitu: pertama, Syahadat Tauhid, yaitu kesaksian yang sungguh-sungguh bahwa Allah itu Esa, tak ada Tuhan selain Dia. Kedua adalah syahadat Rasul, yaitu kesaksian bahwa Nabi Suci Muhammad saw. ialah Utusan Allah.

Hikmah kedua Syahadat ini amat besar bagi hidup dan kehidupan umat manusia. Syahadat Tauhid menanamkan kesadaran terhadap umat manu-sia, bahwa keyakinan dan keimanan terhadap keesaan Tuhan membuat manusia mem-peroleh kemajuan di segala bidang, dan membebaskan manusia dari ketakutan atau pemujaan terhadap ilah atau dewa yang setiap saat timbul di sekelilingnya. Juga menyadar-kan setiap orang, bahwa manu-sia adalah salah satu umat, semuanya ciptaan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran ini melenyapkan rasa kecil diri dan rendah diri terhadap terhadap orang atau bangsa lain, suatu perasaan yang membunuh dan melenyapkan kepercayaan ter-hadap diri sendiri. Selanjutnya hikmah syahadat Rasul, yakni sebagai manusia biasa (Q.S. 33: 40) adalah teladan yang baik bagi manusia seluruhnya (Q.S. 33: 21). Hal ini me-nyelamatkan umat manusia dari perbuatan syirik sebagaimana yang telah diperbuat oleh umat terdahulu yang menempatkan utusan Allah sebagai Tuhan di samping Allah (Q.S. 3: 78, 79).

Dipadukannya Syahadat Tauhid dengan Syahadat Rasul ini mengandung makna yang amat dalam. Suatu kenyataan, bahwa Syahadat Tauhid meru-pakan satu kebenaran abadi, Yang awal dan Yang akhir, ia tak akan hapus dan tak dapat dihapus. Dirangkaikannya Sya-hadat Rasul dengan Syahadat Tauhid berarti pengakuan dan pernyataan kerasulan Mu-hammad saw. juga kekal abadi, tak mengalami kesudahan sebagaimana para nabi ter-dahulu termasuk Isa Almasih atau Yesus Kristus yang mengalami kesudahan karena datangnya Nabi baru. Inilah keagungan Islam atas agama lain. Maka berbahagialah mere-ka yang menerima Islam dengan tulus, karena jika ia seorang Kristiani tak akan kehilangan Yesus Kristus, jika ia seorang Budhis tak kehilangan Sidharta Gautama, jika ia seorang konfusius tak kehilangan Kong Hu Cu. Bukankah umat Islam wajib mengimankan kepada semua utusan Allah tanpa membeda-bedakan salah satu di antara mereka (Q.S. 2: 286) yang utusan itu ada yang disebut namanya ada pula yang tak disebutkan dalam Alquran (Q.S. 4: 164; 40: 78).[]

  1. Leave a comment

tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: