Ahlul Kitab

Ungkapan ini artinya para pengikut Kitab Suci; di Indonesiakan menjadi Ahli Kitab. Secara khusus untuk menyebut para penganut agama sebelum datangnya agama Islam. Menurut jumbur (mayoritas) ulama istilah itu ditujukan kepada kaum Yahudi dan Kristen. Imam Syafi’i menjelaskan bahwa Ahli Kitab adalah orang Yahudi dan Nasrani keturunan orang-orang Israel, tidak termasuk bangsa-bangsa lain yang menganut […]

Leave a comment

Ahlul Bait

Secara harfiah, kata ahlul-bait berarti penghuni rumah tangga, yang pada pokoknya dikenakan kepada istri-istri Nabi Suci. Sesuai dengan konteksnya, dalam arti ini digunakan untuk menyebut istri Nabi Ibrahim (11:73), Siti Sarah yang melahirkan Ishak yang menurunkan Yakub (11:71), dan istri Imran ibunda Nabi Musa (28:12). Semuanya menunjukkan bahwa ungkapan ahlul-bait yang dimaskud adalah istri, yang menjadi kepala rumah tangga.

Leave a comment

Iblis dan Setan

Kata iblîs (berasal dari kata balasa maknanya putus asa) artinya yang sombong, sedang kata setan (dari aka kata syathana maknanya merenggang atau menjauh) artinya yang menggoda. Iblis dan setan adalah sama, yakni satu makhluk yang mempunyai dua sebutan, termasuk golongan roh jahat atau jin (18:50), dan ia disebut Setan karena menggoda manusia supaya mengerjakan hal-hal yang menjauhkan mereka dari rahmat Tuhan.

Leave a comment

Lauh Mahfuzh

Kata lauh artinya loh atau kepingan batu, kayu, dan lain-lain yang ditulis; jamaknya alwah yang tercantum dalam 7:145, 150 dan 154, yaitu Kitab yang diberikan kepada Nabi Musa, bahwa “pada loh batu peringatan tentang apa saja dan penjelasan tentang segala sesuatu”. Sedang kata mahfûzh artinya yang dijaga. Jadi lauh mahfuzh artinya loh atau tempat tulisan yang dijaga.

Leave a comment

Khalifah

Kata khalîfah berasal dari akar kata khalafa, yakhlifu, yakhlufu, khalfan/khilâfatan artinya mengganti atau meneruskan. Secara linguistik kata ini mengandung arti orang yang menggantikan kedudukan orang lain, orang yang menggantikan orang sebelumnya, atau orang yang memerintah. Sebagai gelar, kata ini identik dengan kata imâm (pemimpin atau pemuka) atau amîr (penguasa atau komandan). Institusi atau lembaga pemerintahannya disebut khilâfah atau imâmah atau imârah.

Leave a comment

KHÂTAMUN-NABIYYÎN

Umat Islam, tanpa kecuali, beriman dan berkeyakinan tanpa ragu-ragu, bahwa Nabi Suci Muhammad adalah khâtamun Nabiyyîn. Akan tetapi arti dan tafsirnya berbeda pendapat. Frase khâtamun-nabiyyîn termaktub dalam Quran Suci 33:40. Frase ini terdiri dari dua kata, yaitu khâtam dan an-nabiyyin (artinya nabi-nabi). Kata khâtam (berasal dari akar kata khatama, yakhtumu, khatman makna aslinya mencap, memeterai, […]

Leave a comment

Jihad

Secara linguistik kata jihâd, berasal dari akar kata jahada, yajhudu, jahdam/juhdum artinya sungguh-sungguh atau berusaha keras; jahdan/juhdun artinya tenaga, usaha atau kekuatan; lalu digubah menjadi jâhada, yujâhidu, mujâhadatan/jihâd artinya berjuang sekuat tenaga untuk menangkis serangan musuh. Pendapat para pakar, serangan musuh yang harus ditangkis ada tiga macam, yaitu: (1) hawa nafsu, (2) setan dan (3) musuh yang menggunakan kekerasan untuk menghancurkan Kebenaran.

Leave a comment

Israiliyat dan Nasraniyat

Secara linguistik kedua istilah ini berasal dari bahasa Arab Isrâ’îliyyât dan Nashrâniyyât, yang artinya adalah riwayat dan tradisi Israel atau Yahudi dan Nasrani atau Kristen, yang banyak ditemukan dalam Hadits, Tarikah Nabi dan tafsir Quran. Kritikus Eropa acapkali mencampur-baurkan antara ketiganya, sedang para ulama Islam tidak satu pun yang pernah mempunyai penilaian yang sama terhadap […]

Leave a comment

Ghulam Ahmad

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad ke-14 H (1250-1324 H/1835-1908 M). Beliau dilahirkan pada hari Jum’at, 14 Syawal 1250 H/13 Februari 1835. Lahir dari keluarga terhormat, Hazrat sebutan yang biasa diberikan kepada orang-orang suci atau rohaniwan. Sedang sebutan Mirza biasa diberikan kepada ningrat keturunan raja-raja Islam dinasti Moghul yang berasa dari Persia. Nama asli beliau adalah Ghulam Ahmad.

Leave a comment

Ekonomi Islam

Asas Ekonomi Islam ditegaskan dalam Qur’an Suci, “Barang apa saja yang oleh Allah dikembalikan dari mereka kepada utusanNya, itu adalah untuk Allah, untuk Utusan, untuk kaum kerabat, anak yatim, kaum miskin, dan orang yang dalam perjalanan, agar itu tak berputar-putar di antara orang-orang kaya dari kalangan kamu.” (59:7).

Leave a comment