SALIB: DALAM INJIL DAN ALQURAN

Pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 1994 yang lalu, sewaktu petugas YABUMI akan membuka Kantor dikejutkan adanya sebungkus tas kresek plastik hitam di depan pintu. Setelah dibuka ternyata isinya 3 buah brosur dan beberapa traktar agama tertentu. Satu dari tiga brosur tersebut ialah “Salib Dalam Injil dan Alquran” tulisan Iskandar Jadeed yang diterbitkan oleh Jl. Al Rahmat PO BOX 6892 Jati Jajar 13068 Jakarta Timur. Meski alamat ini jelas paket tersebut lebih dapat disebut kiriman misterius, karena tanpa alamat jelas, baik si pengirim maupun yang dikirimi.

YABUMI tidak kaget, karena ‘kiriman misterius’ seperti itu bukan yang pertama kalinya. Semuanya diterima dengan senang hati, teriring doa semoga sang pengirim mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang tanpa sekutu dan tak berputera dan tidak pula diputerakan.

Brosur di atas yang perlu ditanggapi, karena adanya silang pendapat, baik di kalangan umat Kristen maupun umat Islam. Bagi umat Kristen masalah Salib adalah inti agama, tanpa salib agama Kristen tak akan ada. Dalam Islam, Salib (maksudnya penyaliban Isa Almasih) bukan pokok agama, tetapi penting; bahkan termasuk perkara besar, meski tersamar. Maka menarik untuk ditanggapi.

Di samping itu, ada nubuat yang diucapkan oleh Nabi Besar Muhammad saw. bahwa pada zaman akhir salib akan dipatah-kan. Alquran menjelaskan, bahwa Almasih tidaklah mereka bunuh dan tidak pula mereka salib (4: 157). Lebih lanjut ayat itu hanya menyatakan dengan singkat walakin syubbiha lahum. Kata walakin artinya tetapi, syubbiha artinya itu atau Ia diserupakan, dan lahum artinya bagi mereka; yang dimaksud mereka adalah kaum Yahudi (yang menghendaki agar Almasih disalib) dan pasukan Romawi (yang melaksanakan hukum salib tersebut). jadi kalimat walakin syubbiha lahum arti har-fiahnya tetapi itu/Ia diserupakan bagi mereka. Arti  tafsiriahnya sumonggo, boleh-boleh saja, sebab tak akan menggoyahkan penegasan bahwa AlMasih tak dibunuh dan tidak pula disalib. Disalib adalah kematian terkutuk; sedang ”di salib” belum tentu mati jika mati identik dengan disalib maka terkutuklah dia yang disalib atau di (tiang) salib tetapi jika tidak mati bukan orang terkutuk, meski merasakan sakit. Jadi nubuat tersebut menyatakan kehendak ilahi bahwa pada zaman akhir kepercayaan Yesus mati disalib akan pecah atau runtuh digantikan dengan kepercayaan bahwa Yesus tak mati disalib, sebagai-mana ditegaskan Ilahi dalam Alqur’an (QS 4:157).

Adanya nubuat tersebut mengandung petunjuk pula, bahwa barang siapa menyebarluaskan paham untuk diyakini ia berperan serta dalam Rencana Illahi me-negakkan Kerajaan-Nya di bumi. Sebaliknya, mereka yang memper-tahankan dan mengembangkan kepercayaan bahwa Yesus mati disalib berarti mereka menentang Illahi dan merongrong tegaknya Kerajaan-Nya di bumi karena kepercayaan itu hanya akan dijadikan dalil tentang Allah berputra yang mendatangkan kerusakan hebat1 yang notabene bertentangan doa Bapa kami yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri.2

 

Tak Disalib

Iskandar Jadeed menjelaskan “Salib dalam Injil dan Alquran” dalam empat bab, yaitu: Bab pertama, Pendahuluan: Penyali-ban Kristus dan Pengaruhnya Atas Islam, intinya menjelaskan per-bedaan pendapat di kalangan alim ulama Islam tentang kata muta-waffika dalam surat Ali Imran 55. Secara garis besar ada dua pendapat, yaitu ada yang menafsirkan bahwa kata itu “tidak menunjuk pada ‘kematian” sedangkan yang lainnya me-negaskan bahwa Kristus benar-benar mati” (hal. 1). Lalu di-kemukakan beberapa tokoh dari kedua pendapat tersebut dengan komentar-komentar yang kurang pas, karena bau kristianinya yang dominan. Bab ini diakhiri dengan pernyataan: “Karena adanya perbedaan pendapat di antara pakar Muslim, dan per-bedaan tafsir mereka dari satu ayat dalam Alquran tentang detik-detik terakhir dari kehidu-pan Kristus, maka setiap pencari kebenaran yang tulus, harus kembali kepada catatan Kitab Injil, yang tidak memerlukan lagi tafsiran. Di mana tidak ada pertentangan dalamnya, menge-nai kematian Kristus, kebang-kitan dan kenaikannya” (hal. 4). Benarkah demikian? Bacalah brosur “Mengungkapkan Misteri Salib”. Di sana akan di temukan adanya pertentangan-pertenta-ngan dalam Bibel tentang kematian dan kebangkitan Kristus.

Bab kedua, Salib dalam Injil dan Alquran. Dalam bab ini diawali dengan ajaran Paulus yang menerangkan agar dogma Kematian Yesus disalib itu diterima dengan kebodohan.3 Itulah iman Kristen4 lalu di-kemukakan bantahan Alquran menurut tafsiran ulama yang berpendapat bahwa yang di-tangkap oleh kaum Yahudi lalu disalibkan bukanlah Yesus Kristus, tetapi orang lain antara lain ada yang menyebut dia itu adalah Yudas. Pendapat ini dipertentang-kan dengan ayat-ayat Alquran yang menurut dia kita akan temu-kan tiga ayat yang menegaskan kematian-Nya dan dua ayat yang menyatakan bahwa Dia dibunuh” (hal. 13). Ayat-ayat tersebut ialah Surat Maryam 33, Ali Imran 55, Al Maidah 116-117, Al Baqarah 87 dan Ali Imran 183 dengan penafsiran yang lucu. Misalnya tafsiran surat Maryam 33, dia katakan: “Dalam ayat ini ada satu pengakuan yang jelas bahwa Kristus menjelma (berinkarnasi), mari dan dibangkitkan dari kematian, dalam bentuk nubuatan dan didasarkan atas satu mukjizat” (hal. 13). Lalu dikupas ayat 4: 157 yang juga ditafsirkan secara keliru, karena ayat itu ditafsirkan untuk memperkuat bahwa Yesus benar-benar mati disalib, dengan ber-pegang pada kalimat: “Sesungguh-nya orang-orang yang bersalah-salahan tentang Isa itu dalam keraguan, bukanlah dengan pe-ngetahuan, melainkan menurut dugaan saja; dan tidaklah mereka membunuh Isa dengan yakin” (hal. 17).

Bab ketiga, Bukti-bukti Kami Tentang Penyaliban Kristus. Iskandar Jadeed mengemukakan sepuluh dalil yang dianggap sebagai bukti bahwa Yesus benar-benar mati disalib. Jadi ia menyerang pendapat para ulama Islam yang berpendapat bahwa yang disalib bukanlah Yesus, tetapi Yudas. Pendapat ulama Islam yang berkembang sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya yang terpilih bahwa Yesus tak disalib dalam arti memang ditangkap lalu dipakukan pada tiang salib lalu mati suri atau pingsan sehingga nampak seperti telah mati, jadi tatkala diturunkan dari tiang salib hanya seperti telah mati, alias belum mati karena hayat masih dikandung badan, maka wajar beliau bangkit dari “kubur” oleh Iskandar Jadeed sama sekali tak ditanggapi.

Jika seseorang mau meng-gunakan akal sehatnya, sepuluh dalil Iskandar Jadeed tidak membuktikan bahwa Yesus Kristus disalib, tetapi justru sebaliknya, membuktikan bahwa Yesus tak disalib (dalam arti di atas yang bercetak tebal). Agar lebih jelas mari kita buktikan.

Pertama, dalil berdasarkan nu-buatan-nubuatan. Disini Iskandar Jadeed mengemukakan tiga belas dalil yang semuanya justru mem-buktikan bahwa yang ditangkap memang benar-benar Yesus dan tatkala diturunkan dari tiang salib belum wafat. Iskandar Jadeed tak mampu membedakan antara disalib dengan di salib. Disalib disanggah oleh Alquran, tetapi di salib disungguhkan oleh Alquran 4: 157. Sekedar contoh, nubuat tentang penjualan Kristus dengan tiga puluh keping perak dalam Kitab Zakharia 11: 12 yang digenapi dalam Kitab Matius 26: 14. Hal ini sama sekali tak ada hubungannya dengan kematian Yesus di tiang salib, tetapi hanya membicarakan tentang penyera-han Yesus oleh Yudas untuk disalibkan; jadi penyaliban belum terlaksana. Demikian pula nubuat tentang: Penghinaan dalam Maz-mur 22: 16-18; penggenapannya dalam Markus 15: 16-20; dipukuli dan dilukai dalam Yesaya 53: 5; Zakharia12: 10; penggenapannya dalam Markus 15: 19; dan lain-lain semuanya berkenaan dengan penangkapan, pengadilan, peng-aniayaan dan dipakukannya di atas tiang salib. Tak ada satu pun yang berkenaan dengan kematian Yesus di tiang salib.

Kedua, pernyataan-pernyataan Kristus seperti dalam Matius 16: 21; 17: 22; 26: 11; Markus 8: 31; 9: 31; Lukas 9: 22 dan Yohanes 3: 13-14. Semuanya hanya me-nerangkan kematian Yesus di tiang salib. Yesus menyadari nasib yang akan dialami sebagai akibat dari ulah para pemimpin agama Yahudi yang durhaka. Hal ini dialami oleh hampir setiap Nabi utusan Allah.

Ketiga, kesaksian para Rasul. Iskandar Jadeed tak memikirkan, bahwa kisah para Rasul adalah tulisan Lukas sekitar tahun 80 Masehi, sedangkan penyaliban terjadi pada tanggal 7 April 30 Masehi yang pada saat itu Lukas belum menjadi “Pengikut” Yesus. Lukas adalah pengikut Paulus yang lima puluh tahun sebelum Lukas menulis itu menjadi musuh besar Yesus. Maka dari itu kesaksian dalam ayat-ayat yang ditulis dalam Kitab Kisah Para Rasul itu sebenarnya hanya pengukuhan saja dari ajaran Paulus dalam 1 Korintus 1: 17-24; 2: 1-2, 7-8; 2 Korintus 13: 3-4; Filipi 2: 5-8; Galatia 3: 13; Ibrani 12: 2 yang telah terkontaminasi oleh paganisme5 yang oleh Yesus sebagai adat istiadat manusia.6

Keempat, tanda-tanda yang menyertai kematian Yesus sebagaimana dijelaskan oleh Matius 27: 50-54 yang me-nerangkan bahwa kerangka-kerangka orang Kudus bangkit dan berjalan-jalan masuk ke kota Kudus. Kerangka siapakah dia? Mengapa penulis “Injil” yang lebih tua tak menerangkan peristiwa yang luar biasa itu? Ingat Matius menulis Injil lima puluh tahun setelah penyaliban. Paulus yang menulis dua dekade setelah penyaliban saja tak menerangkan peristiwa ajaib tersebut. Jika itu benar seharus-nya kerangka itulah yang diper-tuhan, karena jauh lebih hebat dari kebangkitan Yesus yang ternyata berjasad yang masih memerlukan makanan. Keajai-ban itu tak ada hubungan dengan kematian Yesus disalib. Jika ada bagaimana mekanisme-nya? Tanda-tanda ini hanya amani atau dongengan bohong saja, menurut sabda Ilahi dalam Alquran 2: 78.

Kelima, Kebangkitan Kristus. Hal ini justru membuktikan bahwa Yesus tatkala diturunakan dari tiang salib belum wafat, sebab menurut ajaran para Nabi, misal-nya dalam Ayub 7: 9-10 orang yang telah matii tak akan hidup kembali ke dunia lagi. Jika Yesus juga manusia itu bangkit kembali, membuktikan bahwa tatkala diturunkan dari tiang salib belum wafat, hanya seperti telah wafat saja.

Keenam, Kesaksian Sejarah sebagaimana dikemukakan oleh Tacitus, Yosephus dan Lucian. Jika dibaca dengan cermat dan pikiran bersih, belum terisi keper-cayaan tertentu tak membuktikan bahwa Yesus mati disalib. Justru sebaliknya, Yesus belum mati tatkala diturunkan dari tiang salib yang semuanya ini tak lepas dengan niat dan tekad Pontius Pilatus yang berusaha menye-lamatkan Yesus sebagaimana dilaporkan kepada Kaisar Tiberius di Roma. Laporan singkat ber-bentuk surat itu telah diterjemah-kan dalam bahasa Indonesia sebagaimana dimuat dalam koran Suara Pembaharuan, edisi 8 Mei 1994 yang lalu. (lihat suplemen).

Ketujuh, Kesaksian Pilatus, Gubernur Roma. Kesaksian itu telah diulas dalam alasan keenam diatas, tak perlu ditambah.

Kedelapan, Lambang salib. Juga tak ada kaitannya dengan matinya Yesus ditiang salib. Lambang itu hanya membuktikan bahwa umat Kristen sejak zaman Paulus percaya bahwa Yesus mati terkutuk disalib. Baca 1 Kor 15:1-20.

Kesembilan, Kesaksian waktu dan kesinambungan Kristen. Dalam pasal ini Iskandar Jadeed mengutip 1 Kor 11:23-26 yang mengukuhkan dogma Kristen yang berkaitan dengan ketuhanan Yesus yang justru ditolak dan dikutuk oleh Yesus sendiri (Matius 7:21-23). Menurut kesaksian waktu, Yesus bukanlah Tuhan dan tak mati disalib, karena kematian disalib itu hanya dialami oleh orang terkutuk saja (Ulangan 21:22-23), tak mungkin dialami oleh orang-orang yang mulia dan dekat dengan Allah seperti Isa Al-Masih (AlQur’an 3:45-46)

Kesepuluh, Kesaksian Talmud Yahudi. Dari kutipan Iskandar Jadeed itu hanya membuktikan bahwa yang ditangkap lalu di-salibkan benar-benar Yesus dan kemudian berdasar ulangan 13:8-9 umat Yahudi yakin sebagaimana umat Kristen, bahwa Yesus mati terkutuk.7 Keyakinan kedua golo-ngan itu sesat, sebab itu hanya keyakinan saja yang harus di-terima, realitasnya Yesus tidak mati disalib, sebab beliau baru berdawah selama tiga tahun saja disekitar Yerusalem, padahal se-bagian besar kaum Yahudi (Israel) yang menjadi umat dakwahnya sebagian besar diluar kandang Palestina. Mereka itulah yang digembalakan pasca penyaliban.[]

 

1. QS 19: 88-93; bdk Matius 7: 21-23

2. Mat 6: 10

3. 1 Korintus 1: 22-24; 2: 1-2

4. 1 Korintus 15: 1-4, Galatia 3: 13-14

5. QS 9: 30

6. Markus 7: 6-9

7. Galatia 3: 13

 

 

  1. #1 by idzwan on 04/12/2012 - 4:20 am

    assalamualaikum.boleh sy dapat kan buku ini? ada di mana?
    harap membantu.

  2. #2 by Anonymous on 05/04/2013 - 9:05 pm

    salam sejahtera..saya hanya ingin memberi masukan kalo isa tidak disalib melainkan yang disalib muridnya..maka TUHAN melakukan kebohongan publik..Tuhan Bukan Pembohong pa..dan kita tidak butuh dara yudas..darah yudas tidak bisa menyucikan manusia..Hanya Darah Kristus yang bisa menyucikan dosa anda dan saya…Abbraham mengorbankan anaknya Ishak itu gamabaran Kristus Yang dikorbankan Untuk dosa manusia Wassalam

  3. #3 by Anonymous on 21/07/2013 - 7:51 pm

    bible menjelaskan : Yohanes 19:34 Tetapi lambung Yesus ditusuk dengan tombak oleh seorang dari prajurit-prajurit itu; dan segera keluarlah darah dan air. secara logika tertusuk pada lambung akan menyebabkan kematian. apalagi pada saat itu peralatan medis belum semodrn sekarang, sehingga sulit untuk menyembuhkan luka tusukan dengan tombak dalam waktu yang singkat.

tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: